Warga Mengaku Diancam ​Penagih PDAM Mamasa, Direktur: Tepis Pengakuan Oknum Lapangan

POROS DAERAH74 Dilihat

MAMASA, PorosNegeri.Com — Pelayanan Perusahaan Daerah Air Munum (PDAM) Tirta Mamasa kembali menuai gejolak akibat mencuatnya dugaan kelakuan kontroversial oknum petugas penagihan di lapangan.

Kekecewaan warga memuncak ketika rumah salah satu warga atas nama Marlina, mendadak didatangi oleh pihak yang mengaku sebagai penagih lapangan pada Senin siang, sekitar pukul 14.15 WITA di Desa Osango, Barra_Barra.

Petugas tersebut melontarkan ancaman kepada Marlina, bahwa akan memutus sambungan air jika tunggakan sebesar Rp 800 ribu rupiah tidak segera dilunasi, sebuah penagihan yang dirasa ironis lantaran pasokan air bersih justru kerap macet total dan hanya mengalir sesaat beberapa jam sebelumnya. Senin, 12/10/2026.

​Kejanggalan makin mencolok saat awak media melakukan konfirmasi langsung kepada petugas yang masih berada di lokasi penagihan.

Ketika ditanya mengenai kelayakan tagihan di tengah distribusi air yang mampat hingga sebulan penuh, oknum tersebut justru menawarkan opsi yang membingungkan dengan meminta warga membayar biaya beban sebesar Rp29 ribu rupiah agar saluran tidak ditutup.

Merasa dipermainkan oleh pola penagihan yang janggal dan kualitas layanan yang jauh dari kata layak, warga memilih bersikap masa bodoh dan menantang balik ancaman petugas. “Biar mi petugas tutup kalau begitu, karena jarang ji juga mengalir airnya,” celetuk warga dengan nada geram.

​Menanggapi insiden yang memanas di lapangan, Direktur PDAM Mamasa, Nurhadi Lake, akhirnya memberikan klarifikasi resmi saat dikonfirmasi oleh pihak media. Nurhadi membenarkan bahwa angka tunggakan sebesar Rp800 ribu tersebut memang benar adanya akibat penumpukan tagihan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *